Behel dapat menimbulkan rasa ngilu, pegal, atau tertekan, tetapi biasanya bersifat sementara. Rasa tidak nyaman paling sering terasa selama 24–48 jam pertama, kemudian berkurang secara bertahap dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu.Rasa sakit setelah kontrol atau penggantian kawat juga dapat muncul kembali, tetapi biasanya lebih ringan dan berlangsung lebih singkat dibandingkan masa awal pemasangan.
Penelitian mengenai nyeri pada perawatan behel menunjukkan bahwa rasa sakit cenderung memuncak dalam 24 jam pertama dan menurun secara bertahap selama minggu pertama.Namun, durasinya dapat berbeda karena dipengaruhi oleh jenis tindakan, besar gaya yang diberikan, kondisi gigi, ambang nyeri, usia, serta apakah pasien baru pertama kali menggunakan behel atau baru menjalani kontrol rutin.
Di Tooth’s Kingdom, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui kondisi gigi, pilihan perawatan, hingga gambaran estimasi waktu penggunaan behel yang sesuai dengan kebutuhanmu. Baca Juga
Setelah Lepas Behel Gigi: Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya?
Behel Gigi Jakarta di Tooth’s Kingdom Dental Care
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Gigi?
-1. Tekanan dari Kawat dan Bracket
Behel memberikan gaya ringan dan terarah pada gigi melalui bracket, kawat, karet, atau komponen ortodonti lainnya. Tujuannya bukan “menarik gigi secara paksa”, melainkan mengarahkan gigi bergerak perlahan ke posisi yang direncanakan. Tekanan ini diteruskan ke jaringan penyangga gigi yang disebut ligamentum periodontal. Jaringan tersebut memiliki pembuluh darah, sel, dan ujung saraf sehingga dapat menimbulkan sensasi nyeri atau tertekan saat menerima gaya baru. -2. Jaringan di Sekitar Gigi Ikut Beradaptasi
Saat menggunakan behel, gigi tidak bergerak begitu saja. Tubuh akan menyesuaikan tulang dan jaringan di sekitar gigi agar gigi dapat berpindah ke posisi yang diinginkan. Ketika behel memberikan tekanan, tulang di satu sisi gigi perlahan akan menyesuaikan, sementara di sisi lainnya tubuh mulai membentuk tulang baru. Proses inilah yang memungkinkan gigi bergerak secara bertahap. Dalam proses tersebut, jaringan di sekitar gigi juga ikut bekerja dan beradaptasi. Karena tubuh sedang merespons tekanan dari behel, dapat terjadi peradangan ringan di sekitar gigi. Namun, tidak perlu khawatir. Peradangan ini bukan berarti gigi mengalami infeksi. Ini merupakan respons alami tubuh saat gigi mulai bergerak dan menyesuaikan diri dengan tekanan dari behel. Itulah sebabnya rasa ngilu atau tidak nyaman biasanya tidak langsung terasa setelah behel dipasang. Rasa tersebut dapat mulai muncul beberapa jam kemudian, biasanya lebih terasa pada hari pertama, lalu berangsur-angsur berkurang setelah tubuh mulai terbiasa. -3. Saraf Menjadi Lebih Sensitif
Tekanan dan perubahan jaringan di sekitar gigi dapat mengaktifkan ujung saraf yang mendeteksi nyeri. Mediator peradangan kemudian membuat saraf tersebut lebih sensitif terhadap tekanan, terutama saat menggigit atau mengunyah. Akibatnya, pasien biasanya menggambarkan sensasinya sebagai:- Gigi terasa ngilu.
- Gigi terasa pegal atau “kencang”.
- Sakit saat menggigit makanan.
- Rasa tertekan pada beberapa gigi.
- Gigi terasa sensitif ketika mengunyah.
4. Gesekan Bracket dan Kawat
Selain nyeri dari tekanan pada gigi, bracket dan kawat yang baru dipasang dapat bergesekan dengan bagian dalam bibir, pipi, atau lidah. Hal ini dapat menyebabkan: Iritasi.- Lecet.
- Sariawan ringan.
- Rasa mengganjal saat berbicara.
- Produksi air liur yang terasa lebih banyak.
Apakah Pemasangan Behel Itu Sakit?
Pemasangan behel umumnya tidak digambarkan sebagai rasa sakit yang tajam. Dokter biasanya membersihkan dan mengeringkan gigi, menempelkan bracket, lalu memasang kawat. Tahap yang lebih sering menimbulkan rasa tidak nyaman justru terjadi setelah kawat mulai memberikan tekanan.Menurut American Association of Orthodontists, keluhan awal biasanya berupa rasa sensitif atau pegal tumpul pada gigi, terutama dalam beberapa hari pertama. Bibir, pipi, dan lidah juga dapat memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan bracket dan kawat. Dengan demikian, jawaban yang lebih akurat bukan “sama sekali tidak sakit” atau “pasti sangat sakit”, melainkan: Pemasangan behel dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi intensitasnya berbeda pada setiap orang dan umumnya bersifat sementara. -Berapa Lama Sakit Setelah Pasang Behel?
Pola yang sering terjadi dapat digambarkan sebagai berikut:| Waktu setelah pemasangan | Keluhan yang mungkin dirasakan |
|---|---|
| Beberapa jam pertama | Gigi mulai terasa tertekan atau sensitif |
| 24 jam pertama | Rasa ngilu atau pegal biasanya paling terasa |
| Hari ke-2 sampai ke-3 | Masih terasa saat menggigit, tetapi mulai berkurang |
| Hari ke-4 sampai ke-7 | Keluhan umumnya semakin ringan |
| Setelah satu minggu | Sebagian besar pasien sudah jauh lebih nyaman |
Apakah Setelah Kontrol Behel Bisa Sakit Lagi?
Bisa. Setelah kontrol, dokter mungkin mengganti kawat, melakukan aktivasi, memasang karet, atau mengubah komponen tertentu. Perubahan tersebut dapat membuat gigi kembali terasa pegal atau ngilu. Biasanya keluhan setelah kontrol:- Mulai terasa pada hari yang sama atau beberapa jam kemudian.
- Paling terasa pada 24–48 jam pertama.
- Berkurang dalam beberapa hari.
- Tidak selalu terasa pada semua gigi.
- Rasa tidak nyaman yang ringan setelah aktivasi dapat menjadi bagian normal dari perawatan. Akan tetapi, rasa sakit yang tajam, semakin berat, atau tidak membaik perlu diperiksa
Cara Mengurangi Rasa Sakit
Pilih Makanan yang Lebih Lunak
Pada 24–48 jam pertama, pilih makanan yang tidak membutuhkan banyak tekanan saat dikunyah, misalnya:- Bubur.
- Sup.
- Telur.
- Tahu dan tempe lunak.
- Pisang.
- Pasta.
- Yogurt.
Gunakan Orthodontic Wax
Jika bracket atau ujung kawat menggesek pipi dan bibir, orthodontic wax dapat ditempelkan pada bagian yang mengiritasi. Pastikan tangan bersih sebelum memasangnya dan ikuti instruksi dari klinik.Tetap Bersihkan Gigi
Rasa sakit bukan alasan untuk berhenti menyikat gigi. Kebersihan mulut tetap diperlukan untuk mengurangi risiko plak, gigi berlubang, dan peradangan gusi selama perawatan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan alat pembersih sela gigi sesuai arahan dokter.Konsumsi Obat Hanya Sesuai Petunjuk
Jika membutuhkan obat pereda nyeri, tanyakan kepada dokter gigi atau apoteker mengenai pilihan yang aman sesuai usia, kondisi kesehatan, alergi, dan obat lain yang sedang dikonsumsi. Artikel sebaiknya tidak langsung menyarankan dosis obat tertentu karena kebutuhan setiap pasien berbeda. Hindari menuliskan “pasti minum ibuprofen” tanpa pemeriksaan atau peringatan kontraindikasi.Kapan Sakit Behel Tidak Normal?
Segera hubungi dokter gigi atau ortodontis apabila mengalami:- Nyeri berat yang tidak berkurang setelah beberapa hari.
- Nyeri tajam pada satu gigi tertentu.
- Bengkak pada gusi, wajah, atau rahang.
- Gusi sangat merah, mudah berdarah, atau mengeluarkan nanah.
- Demam.
- Kawat menusuk dan menyebabkan luka yang tidak membaik.
- Bracket atau kawat lepas dan mengganggu aktivitas.
- Kesulitan membuka mulut, menelan, atau bernapas.
“Behel tidak membuat gigi sakit karena rusak. Rasa ngilu muncul karena jaringan penyangga gigi sedang merespons tekanan dan beradaptasi terhadap proses pergerakan gigi.”
| Jenis keluhan | Penyebab kemungkinan | Sensasinya |
|---|---|---|
| Ngilu atau pegal pada gigi | Tekanan ortodonti dan adaptasi jaringan | Terasa saat menggigit atau mengunyah |
| Luka pada pipi atau bibir | Gesekan bracket dan kawat | Perih atau seperti sariawan |
| Sakit tajam menetap | Kawat menusuk, bracket rusak, atau masalah gigi lain | Terlokalisasi dan mengganggu |
| Nyeri disertai bengkak | Kemungkinan masalah gusi atau infeksi | Berdenyut, bengkak, bisa disertai demam |