Halo, Sahabat Kingdom!
Bagi Anda yang sedang atau pernah menjalani perawatan behel, pasti sudah tidak asing lagi dengan retainer. Setelah behel dilepas, dokter gigi biasanya akan menyarankan penggunaan retainer agar hasil perawatan tetap bertahan.
Namun, masih banyak yang mengira aligner dan retainer adalah alat yang sama, padahal keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan aligner dan retainer? Apakah retainer benar-benar harus dipakai setelah behel dilepas? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Aligner?
Aligner adalah alat ortodonti berbahan plastik bening yang digunakan untuk merapikan susunan gigi secara bertahap tanpa menggunakan kawat behel.
Aligner bekerja dengan memberikan tekanan ringan pada gigi sehingga posisi gigi dapat berubah sedikit demi sedikit sesuai rencana perawatan dokter gigi.
Beberapa contoh aligner yang banyak digunakan antara lain Invisalign dan berbagai merek aligner transparan lainnya.
Apa Itu Retainer?
Retainer adalah alat yang digunakan setelah perawatan ortodonti selesai, baik setelah menggunakan behel maupun aligner.
Berbeda dengan aligner, retainer tidak berfungsi menggerakkan gigi, melainkan menjaga agar gigi tetap berada pada posisi yang sudah rapi.
Tanpa retainer, gigi berisiko kembali bergeser ke posisi semula.
Mengapa Harus Menggunakan Retainer Setelah Behel?
Penggunaan retainer merupakan tahap yang sangat penting dalam perawatan ortodonti.
Berikut alasannya.
1. Mencegah Gigi Bergeser Kembali (Relapse)
Setelah behel dilepas, gigi sebenarnya masih memiliki kecenderungan untuk kembali ke posisi semula.
Hal ini terjadi karena jaringan gusi, ligamen, dan tulang di sekitar gigi masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan posisi yang baru.
Retainer membantu menjaga posisi gigi tetap stabil selama proses tersebut.
2. Mempertahankan Hasil Perawatan
Perawatan behel membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Menggunakan retainer merupakan cara terbaik untuk mempertahankan hasil perawatan yang telah diperoleh sehingga tidak perlu menjalani perawatan ulang.
3. Membantu Adaptasi Tulang dan Gusi
Saat gigi dipindahkan menggunakan behel, tulang rahang akan mengalami proses pembentukan ulang.
Retainer membantu mempertahankan posisi gigi hingga jaringan di sekitarnya menjadi stabil.
4. Mencegah Pergeseran Gigi Seiring Bertambahnya Usia
Meskipun sudah tidak menggunakan behel, posisi gigi tetap dapat berubah secara alami seiring bertambahnya usia.
Pemakaian retainer membantu meminimalkan perubahan tersebut sehingga susunan gigi tetap rapi dalam jangka panjang.
Perbedaan Aligner dan Retainer
Walaupun sama-sama berbentuk bening, fungsi keduanya sangat berbeda.
| Aligner | Retainer |
|---|---|
| Berfungsi merapikan dan menggerakkan gigi | Berfungsi mempertahankan posisi gigi |
| Digunakan selama proses perawatan ortodonti | Digunakan setelah perawatan selesai |
| Memberikan tekanan aktif pada gigi | Memberikan penahanan pasif agar gigi tidak bergeser |
| Diganti setiap 1–2 minggu sesuai tahap perawatan | Digunakan sesuai anjuran dokter tanpa mengganti bentuk |
Jenis-Jenis Retainer
Retainer terdiri dari dua jenis utama.
Retainer Lepasan (Removable Retainer)
Retainer ini dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien.
Jenisnya meliputi:
- Clear Retainer (plastik bening)
- Hawley Retainer (kombinasi kawat dan akrilik)
Pada awal penggunaan biasanya dipakai hampir sepanjang hari, kemudian cukup digunakan saat tidur sesuai anjuran dokter.
Retainer Permanen (Fixed Retainer)
Retainer permanen berupa kawat tipis yang ditempel pada bagian belakang gigi depan.
Keunggulannya:
- Tidak mudah lupa dipakai.
- Menjaga posisi gigi selama 24 jam.
- Tidak terlihat dari depan.
Namun, retainer permanen memerlukan kebersihan yang lebih baik agar plak tidak mudah menumpuk.
Berapa Lama Retainer Harus Dipakai?
Lama pemakaian retainer berbeda pada setiap pasien.
Umumnya:
- Beberapa bulan pertama digunakan hampir sepanjang hari.
- Setelah kondisi stabil, cukup dipakai saat tidur.
- Pada banyak kasus, dokter menyarankan penggunaan retainer dalam jangka panjang agar hasil perawatan tetap bertahan.
Ikuti selalu instruksi dokter gigi agar hasil perawatan ortodonti tetap optimal.
Apakah Retainer Bisa Menggantikan Aligner?
Tidak.
Retainer tidak dirancang untuk merapikan gigi yang berantakan.
Apabila susunan gigi masih belum rapi, dokter akan menggunakan aligner atau behel untuk menggerakkan gigi terlebih dahulu.
Retainer baru digunakan setelah proses perawatan selesai.
Konsultasi di Tooth's Kingdom Dental Care
Jika Anda sedang mempertimbangkan menggunakan aligner, menjalani perawatan behel, atau membutuhkan retainer setelah perawatan selesai, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.
Di Tooth's Kingdom Dental Care, Anda dapat melakukan konsultasi dokter gigi GRATIS untuk mengetahui jenis perawatan ortodonti yang paling sesuai dengan kondisi gigi Anda.
Dokter akan membantu menyusun rencana perawatan agar hasilnya maksimal dan senyum tetap indah dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Meskipun memiliki bentuk yang hampir mirip, aligner dan retainer memiliki fungsi yang sangat berbeda. Aligner digunakan untuk merapikan susunan gigi, sedangkan retainer berfungsi mempertahankan hasil perawatan agar gigi tidak kembali bergeser.
Penggunaan retainer setelah behel atau aligner merupakan tahap penting yang tidak boleh dilewatkan karena berperan besar dalam menjaga hasil perawatan tetap stabil selama bertahun-tahun.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa perbedaan aligner dan retainer?
Aligner digunakan untuk menggerakkan gigi agar lebih rapi, sedangkan retainer digunakan untuk mempertahankan posisi gigi setelah perawatan selesai.
Apakah retainer wajib dipakai setelah behel?
Ya. Retainer sangat dianjurkan untuk mencegah gigi kembali bergeser setelah behel dilepas.
Apakah retainer bisa merapikan gigi?
Tidak. Retainer hanya menjaga posisi gigi yang sudah rapi, bukan untuk mengoreksi susunan gigi.
Berapa lama retainer harus digunakan?
Tergantung kondisi masing-masing pasien. Umumnya dipakai penuh pada awal perawatan, kemudian hanya saat tidur sesuai anjuran dokter.
Apa yang terjadi jika tidak memakai retainer?
Gigi dapat bergeser kembali (relapse), sehingga hasil perawatan behel atau aligner menjadi kurang optimal.
Mana yang lebih baik, aligner atau behel?
Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Dokter gigi akan menentukan pilihan terbaik berdasarkan kondisi gigi dan kebutuhan pasien.