Sikat gigi dua kali sehari — hampir semua orang melakukannya. Tapi apakah caranya sudah benar? Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70% orang menyikat gigi dengan teknik yang kurang tepat, sehingga plak tetap menumpuk di area yang sulit dijangkau.
Menyikat gigi bukan sekadar rutinitas. Teknik yang benar menentukan seberapa bersih gigi dan gusi Anda, dan pada akhirnya, seberapa sehat mulut Anda dalam jangka panjang. Artikel ini menjelaskan cara menyikat gigi yang direkomendasikan dokter gigi, lengkap dengan kesalahan umum yang perlu dihindari.
1. Pilih Sikat Gigi yang Tepat
Sebelum membahas teknik, pastikan alat yang Anda gunakan sudah tepat:
Ukuran Kepala Sikat
Pilih kepala sikat yang kecil hingga sedang agar bisa menjangkau semua sudut mulut, termasuk gigi paling belakang. Kepala sikat yang terlalu besar justru menyulitkan pembersihan area sulit.
Kekerasan Bulu Sikat
Gunakan bulu sikat lembut (soft). Bulu sikat keras justru bisa mengikis email gigi dan melukai gusi. Kebersihan gigi tidak ditentukan oleh seberapa keras bulu sikatnya, melainkan oleh teknik dan durasi penyikatan.
Manual vs Elektrik
Sikat gigi elektrik terbukti lebih efektif mengurangi plak, terutama bagi anak-anak dan orang dengan keterbatasan motorik. Namun, sikat gigi manual yang digunakan dengan teknik benar juga sangat efektif.
2. Teknik Menyikat Gigi yang Benar (Metode Bass)
Metode Bass adalah teknik yang paling direkomendasikan oleh para dokter gigi. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1: Posisikan Sikat pada Sudut 45 Derajat
Tempatkan bulu sikat pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi. Ini memungkinkan bulu sikat masuk sedikit ke bawah garis gusi dan membersihkan area yang paling sering menumpuk plak.
Langkah 2: Gerakan Melingkar Kecil
Lakukan gerakan melingkar kecil atau gerakan maju-mundur pendek dengan tekanan ringan. Jangan menggosok keras-keras — tekanan berlebihan tidak lebih efektif dan justru merusak gigi dan gusi.
Langkah 3: Bersihkan Semua Permukaan
- Permukaan luar (yang terlihat saat tersenyum) — sikat dari belakang ke depan, sisi kiri dan kanan
- Permukaan dalam (menghadap lidah) — gunakan ujung sikat untuk gigi depan bagian dalam
- Permukaan kunyah — gosok dengan gerakan maju-mundur pendek
- Lidah — sikat lembut dari belakang ke depan untuk mengurangi bakteri penyebab bau mulut
Langkah 4: Durasi yang Tepat
Sikat gigi minimal 2 menit setiap sesi. Bagi mulut menjadi 4 kuadran (kanan atas, kiri atas, kanan bawah, kiri bawah) dan habiskan 30 detik di setiap kuadran.
3. Waktu Menyikat Gigi yang Tepat
- Pagi hari: Setelah sarapan — bukan sebelum. Menyikat setelah makan membersihkan sisa makanan yang menjadi makanan bakteri
- Malam hari: Sebelum tidur — ini yang paling penting. Saat tidur, aliran air liur berkurang sehingga bakteri lebih mudah berkembang
- Setelah makan makanan asam: Tunggu minimal 30 menit sebelum menyikat. Asam melemahkan email sementara, dan menyikat langsung bisa mengikis email yang sedang rentan
4. Kesalahan Menyikat Gigi yang Paling Umum
| Kesalahan | Dampak |
|---|---|
| Menyikat terlalu keras | Mengikis email, melukai gusi |
| Hanya 30 detik | Plak tidak bersih sempurna |
| Lupa gigi belakang | Karang gigi menumpuk di molar |
| Tidak sikat bagian dalam | Plak menumpuk di sisi lidah |
| Sikat gigi terlalu lama tidak diganti | Bulu sikat rusak tidak efektif |
5. Kapan Mengganti Sikat Gigi?
Ganti sikat gigi setiap 3 bulan atau ketika bulu sikat sudah terlihat melebar dan tidak tegak. Bulu sikat yang sudah rusak tidak lagi efektif membersihkan plak.
6. Sikat Gigi Saja Tidak Cukup
Sikat gigi hanya membersihkan sekitar 60% permukaan gigi. Sisa 40% — yaitu sela-sela antargigi — tidak bisa dijangkau oleh sikat. Untuk pembersihan menyeluruh:
- Benang gigi (dental floss): Gunakan setiap hari, idealnya sebelum sikat malam hari
- Obat kumur antiseptik: Membantu membunuh bakteri yang tersisa, namun tidak menggantikan sikat dan floss
- Scaling profesional: Dilakukan setiap 6 bulan untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dibersihkan dengan sikat
Kesimpulan
Cara menyikat gigi yang benar adalah investasi kecil yang berdampak besar. Dengan teknik yang tepat, durasi yang cukup, dan alat yang sesuai, Anda bisa mencegah sebagian besar masalah gigi dan gusi sejak dini.
Ingat: sikat gigi adalah pertahanan pertama, bukan satu-satunya. Lengkapi dengan flossing harian dan kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Di Tooth's Kingdom Dental Care, dokter gigi kami siap menunjukkan teknik menyikat gigi yang tepat secara personal dan membersihkan karang gigi yang sudah menumpuk. Jadwalkan kunjungan Anda sekarang untuk gigi dan gusi yang lebih sehat.
FAQ Cara Menyikat Gigi
Apakah sikat gigi elektrik lebih baik dari manual?
Sikat gigi elektrik memang lebih efektif secara klinis dalam mengurangi plak, namun sikat manual yang digunakan dengan teknik benar juga sangat efektif. Yang terpenting adalah konsistensi dan teknik, bukan jenis sikatnya.
Bolehkah sikat gigi langsung setelah makan?
Untuk makanan biasa, boleh langsung. Namun setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam (jus buah, soda, yoghurt), tunggu 30 menit agar email gigi pulih sebelum disikat.
Berapa kali sehari idealnya menyikat gigi?
Dua kali sehari sudah cukup jika dilakukan dengan teknik benar selama 2 menit. Yang paling penting adalah sesi malam sebelum tidur — jangan pernah melewatkannya.
Apakah pasta gigi berbusa lebih baik?
Busa tidak menentukan efektivitas pembersihan. Yang penting adalah kandungan fluoride dalam pasta gigi untuk memperkuat email. Pasta gigi low-foam bahkan lebih nyaman digunakan dengan teknik yang benar.
Mengapa gusi saya berdarah saat sikat gigi?
Gusi berdarah bisa menandakan peradangan gusi (gingivitis) akibat penumpukan plak, atau bisa juga karena tekanan sikat yang terlalu keras. Jika terus berlanjut lebih dari 2 minggu, segera konsultasikan ke dokter gigi.
Baca Juga: