Halo, Sahabat Kingdom!Setelah menjalani perawatan behel, perjalanan menuju senyum yang rapi ternyata belum selesai. Salah satu tahap yang sangat penting adalah menggunakan retainer gigi. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap retainer tidak perlu dirawat secara khusus sehingga mudah rusak, berjamur, bahkan tidak lagi berfungsi dengan baik.Lalu, bagaimana cara merawat retainer yang benar agar tetap awet dan menjaga hasil perawatan behel? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Retainer Gigi?
Retainer gigi adalah alat ortodonti yang digunakan untuk mempertahankan posisi gigi setelah perawatan behel selesai. Retainer dibuat secara khusus sesuai dengan bentuk gigi setiap pasien sehingga dapat menjaga susunan gigi tetap rapi dan mencegahnya bergeser kembali ke posisi semula.Dokter gigi atau ortodontis akan memberikan petunjuk mengenai lama penggunaan retainer, baik dipakai sepanjang hari maupun hanya pada malam hari, sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.Menggunakan retainer secara rutin sangat penting karena gigi memiliki kecenderungan untuk kembali ke posisi awal apabila tidak dipertahankan dengan baik.Mengapa Retainer Harus Dirawat?
Retainer yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan plak. Selain menimbulkan bau tidak sedap, retainer yang kotor juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan gusi.Selain itu, retainer yang tidak dirawat dengan benar lebih mudah:- Berubah bentuk.
- Retak atau patah.
- Berjamur.
- Berbau tidak sedap.
- Tidak lagi pas saat digunakan.
Pantangan Saat Menggunakan Retainer Gigi
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar retainer tetap awet dan berfungsi dengan optimal.1. Jangan Terkena Suhu Panas
Air panas, hair dryer, atau paparan panas berlebih dapat membuat retainer berubah bentuk sehingga tidak lagi sesuai dengan susunan gigi.2. Hindari Makanan yang Terlalu Keras atau Lengket
Makanan seperti:- Permen karet
- Karamel
- Es batu
- Jagung rebus
- Permen keras
3. Jangan Membersihkan dengan Pasta Gigi Biasa
Pasta gigi umumnya mengandung bahan abrasif yang dapat menggores permukaan retainer sehingga bakteri lebih mudah menempel.Gunakan sabun cair yang lembut atau cairan pembersih retainer sesuai anjuran dokter gigi.4. Jangan Menyimpan Retainer Sembarangan
Hindari membungkus retainer dengan tisu karena mudah terbuang tanpa sengaja.Selalu simpan retainer di dalam kotak khusus yang bersih dan kering.5. Jangan Malas Menggunakan Retainer
Retainer hanya bekerja apabila digunakan sesuai instruksi dokter gigi. Jika terlalu sering dilepas atau lupa dipakai, gigi dapat kembali bergeser sehingga retainer menjadi tidak pas.6. Jangan Merendam Terlalu Lama
Apabila menggunakan tablet atau cairan pembersih retainer, ikuti petunjuk waktu perendaman. Jangan merendam terlalu lama karena dapat memengaruhi kualitas bahan retainer.7. Jangan Membiarkan Retainer Kotor
Retainer yang tidak dibersihkan selama berhari-hari akan dipenuhi plak dan bakteri sehingga dapat menyebabkan bau mulut maupun gangguan pada gusi.Cara Merawat Retainer Gigi di Rumah
Perawatan retainer sebenarnya cukup mudah jika dilakukan secara rutin.1. Bersihkan Setelah Digunakan
Gunakan sikat berbulu lembut yang khusus digunakan untuk membersihkan retainer.Bersihkan menggunakan air mengalir dan sabun cair berbahan lembut.2. Gunakan Pembersih yang Tepat
Pilih sabun cair non-iritatif atau cairan pembersih retainer yang direkomendasikan dokter gigi.Bersihkan seluruh permukaan retainer secara perlahan hingga tidak ada sisa plak yang menempel.3. Simpan di Kotak Retainer
Saat tidak digunakan, selalu simpan retainer di kotak khusus agar terlindungi dari debu, benturan, maupun risiko hilang.4. Hindari Paparan Panas
Jangan meletakkan retainer di dalam mobil, dekat kompor, atau di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan perubahan bentuk.5. Lepaskan Saat Makan dan Minum
Retainer lepasan sebaiknya dilepas saat makan maupun saat mengonsumsi minuman berwarna seperti:- Kopi
- Teh
- Minuman bersoda
- Jus berwarna
6. Sikat Gigi Sebelum Memasang Retainer
Pastikan gigi dalam keadaan bersih sebelum retainer dipasang kembali agar sisa makanan tidak terperangkap di dalamnya.7. Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Lakukan kontrol setiap 3–6 bulan atau sesuai jadwal yang diberikan dokter gigi untuk memastikan retainer masih pas dan berfungsi dengan baik.8. Jangan Memakai Retainer yang Rusak
Apabila retainer retak, patah, longgar, atau terasa tidak nyaman saat digunakan, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan kepada dokter gigi.Kapan Harus Mengganti Retainer?
Retainer mungkin perlu diperbaiki atau diganti apabila mengalami kondisi berikut:- Retak atau patah.
- Berubah bentuk.
- Terasa longgar.
- Tidak lagi nyaman dipakai.
- Tidak lagi menjaga posisi gigi dengan baik.