-
Karies Gigi (Gigi Berlubang) Ini adalah penyebab paling umum. Karies atau gigi berlubang dimulai ketika bakteri di dalam mulut mengubah sisa makanan (terutama gula) menjadi asam. Asam ini secara perlahan merusak lapisan terluar gigi (email). Awalnya, gigi mungkin hanya tampak putih kapur, tetapi seiring waktu akan berubah menjadi cokelat, kemudian hitam saat kerusakan semakin parah dan membentuk lubang.
-
Noda Permukaan (Black Stain) Terkadang, warna hitam pada gigi anak bukanlah karies, melainkan noda yang disebut black stain. Noda ini disebabkan oleh jenis bakteri tertentu di dalam mulut yang menghasilkan pigmen berwarna gelap saat bereaksi dengan zat besi dan sulfur dalam air liur. Ciri-ciri black stain adalah noda hitam yang terlihat seperti garis tipis atau titik-titik kecil di dekat garis gusi, dan permukaannya tidak berlubang atau terkikis. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi struktur gigi, tetapi harus dibersihkan oleh dokter gigi.
-
Penggunaan Obat-obatan atau Suplemen Beberapa jenis obat, terutama suplemen zat besi cair, dapat meninggalkan noda hitam pada gigi anak. Noda ini biasanya akan hilang setelah penggunaan obat dihentikan atau dapat dibersihkan oleh dokter gigi.
-
Trauma atau Cedera Gigi Jika anak pernah jatuh atau giginya terbentur, gigi susu bisa mengalami trauma. Benturan ini dapat menyebabkan pendarahan di dalam gigi. Darah yang mengendap di dalam pulpa (bagian dalam gigi) akan teroksidasi dan menyebabkan gigi berubah warna menjadi abu-abu atau hitam dari dalam.
Apa yang Harus Dilakukan?
-
Untuk karies, dokter akan membersihkan bagian yang busuk dan menambalnya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
-
Untuk black stain, dokter gigi akan melakukan pembersihan profesional (scaling gigi) untuk menghilangkan noda.
-
Untuk trauma gigi, dokter akan memeriksa kondisi gigi secara menyeluruh untuk menentukan perawatan terbaik.
-
Pastikan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
-
Batasi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab karies.
-
Periksakan gigi anak secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi masalah gigi sejak dini.



