22 January 2026

Kenali Penyebab Sakit Gigi Bungsu

Siapa sangka gigi yang tumbuh paling terakhir justru yang paling sering bikin 'drama'? Ya, kita bicara soal gigi bungsu! Masuk usia 20-an, gigi ini sering muncul dengan cara yang kurang sopan: tumbuh miring atau terjepit di dalam gusi. Kalau Anda mulai merasa gusi bengkak atau susah buka mulut, jangan dulu panik. Yuk, cari tahu penyebab di balik nyerinya gigi bungsu dan tips simpel untuk meredakan sakitnya sebelum Anda pergi ke dokter gigi! Gigi bungsu yang tumbuh seringkali menjadi drama tersendiri bagi banyak orang. Muncul di usia dewasa (biasanya 17–25 tahun), gigi ini kerap membawa rasa nyeri yang tak tertahankan.

Mengapa Gigi Bungsu Terasa Sakit?

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang letaknya paling belakang. Karena posisinya yang muncul belakangan, seringkali tidak ada cukup ruang di rahang untuk gigi ini tumbuh dengan normal. Berikut adalah beberapa penyebab utama rasa sakitnya:
  1. Impaksi Gigi (Tumbuh Miring)

Penyebab paling umum adalah impaksi. Ini terjadi ketika gigi bungsu tidak memiliki ruang yang cukup sehingga tumbuh menyamping, miring, atau hanya muncul sebagian. Hal ini memberikan tekanan besar pada saraf dan gigi di sekitarnya.
  1. Perikoronitis (Infeksi Gusi)

Saat gigi bungsu hanya muncul sebagian, sisa makanan mudah terselip di bawah lipatan gusi. Area ini sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa, memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan gusi bengkak, merah, dan bernanah.
  1. Gigi Berlubang (Karies)

Karena posisinya yang sangat jauh di belakang, gigi bungsu sulit dijangkau saat menyikat gigi. Akibatnya, plak menumpuk dengan cepat dan menyebabkan gigi berlubang yang memicu rasa nyut-nyutan hingga ke kepala.
  1. Kista atau Kerusakan Gigi Tetangga

Gigi bungsu yang impaksi bisa mendorong gigi geraham kedua di depannya. Dalam kasus yang lebih serius, dapat terbentuk kantong berisi cairan (kista) di sekitar gigi bungsu yang dapat merusak tulang rahang.

Solusi Terbaik: Kapan Harus Dicabut?

Jika Anda mulai merasakan nyeri yang menjalar ke telinga, gusi bengkak, atau kesulitan membuka mulut, segera hubungi dokter gigi terdekat. Dalam banyak kasus, prosedur cabut gigi bungsu Jakarta (sering disebut odontektomi) adalah solusi permanen untuk menghilangkan sumber nyeri dan mencegah komplikasi di masa depan.

Keuntungan Melakukan Cabut Gigi Bungsu:

  • Menghentikan nyeri kronis secara permanen.
  • Mencegah pergeseran susunan gigi lainnya.
  • Menghindari risiko infeksi sistemik yang lebih parah.

Tips Menangani Nyeri Sementara

Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda bisa melakukan langkah darurat berikut:
  1. Kumur Air Garam:Membantu membunuh bakteri dan mengurangi peradangan gusi.
  2. Kompres Dingin:Tempelkan kompres es di bagian luar pipi untuk mengurangi bengkak.
  3. Obat Pereda Nyeri:Gunakan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis untuk meringankan rasa sakit.
Penting: Jangan menunda pemeriksaan jika gusi sudah mulai mengeluarkan nanah atau Anda mengalami demam, karena itu pertanda infeksi telah menyebar.  

Artikel Lainnya

Kesalahan Sehari-hari yang Bisa Merusak Gigi

Banyak orang mengira masalah gigi hanya disebabkan oleh jarang menyikat gigi. Padahal, tanpa disadari ada berbagai kebiasaan sehari-hari yang justru dapat merusak kesehatan gigi dan mulut. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa menyebabkan gigi berlubang, gusi berdarah, hingga bau mulut.

Read More
Jangan Abaikan! Penyebab Gusi Sering Berdarah

Halo sahabat Kingdom's, pernahkah kalian mengalami gusi berdarah baik pada saat sikat gigi maupun sedang melakukan aktivitas mengunyah makanan, hal tersebut terkadang di anggap sepele karena tidak ada nya rasa sakit yang serius. Gusi berdarah adalah masalah umum yang sering diabaikan, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan gigi dan mulut yang serius. Gusi berdarah bisa menjadi tanda awal adanya peradangan gusi, penyakit periodontal, hingga indikasi gangguan kesehatan tertentu jika terjadi terus-menerus.

Read More

Please rotate your phone to access the website