Makanan yang Sebaiknya Dihindari Setelah Memasang Gigi Tiruan
Pada masa awal menggunakan gigi tiruan, mulut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pilihan makanan dapat membantu proses adaptasi menjadi lebih nyaman.Sebaiknya hindari atau batasi terlebih dahulu:- Makanan sangat keras seperti es batu, kacang utuh, dan tulang.
- Makanan sangat lengket seperti karamel dan dodol.
- Makanan yang terlalu alot.
- Makanan yang membutuhkan tekanan menggigit sangat besar.
- Kebiasaan menggigit benda yang bukan makanan.
Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan
Merokok tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan jaringan mulut, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan warna dan meningkatkan penumpukan noda pada permukaan gigi tiruan.Pada pasien dengan implan, kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan jaringan di sekitar implan dan proses penyembuhan.Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat berkontribusi terhadap mulut kering pada sebagian orang. Kondisi mulut yang kering dapat membuat mulut terasa tidak nyaman dan mengurangi fungsi perlindungan alami air liur.Karena itu, menjaga kebersihan mulut dan mengikuti anjuran dokter gigi tetap penting, terutama bagi pengguna gigi tiruan dan pasien dengan implan.Mengunyah Hanya pada Satu Sisi
Setelah menggunakan gigi tiruan, seseorang mungkin terbiasa mengunyah hanya pada satu sisi karena masih dalam proses adaptasi.Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat membuat beban kunyah menjadi tidak seimbang.Akibatnya dapat berupa:- Beban lebih besar pada gigi tiruan di satu sisi.
- Gigi penyangga menerima tekanan yang lebih besar.
- Gigi tiruan dapat lebih cepat mengalami keausan.
- Muncul rasa tidak nyaman pada otot atau sendi rahang pada sebagian orang.
Tidak Melepas dan Membersihkan Gigi Tiruan Setiap Hari
Pengguna gigi tiruan lepasan perlu memperhatikan kebersihan gigi tiruan dan jaringan mulut.Gigi tiruan yang digunakan dalam waktu lama tanpa dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya plak, sisa makanan, dan mikroorganisme.Kondisi tersebut dapat menyebabkan:- Bau mulut.
- Iritasi pada gusi.
- Peradangan jaringan di bawah gigi tiruan.
- Risiko denture stomatitis atau peradangan yang berhubungan dengan penggunaan gigi tiruan.
- Penumpukan kotoran pada permukaan gigi tiruan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Jika Gigi Tiruan Rusak?
Jangan abaikan masalah pada gigi palsu atau gigi tiruan, terutama jika mulai mengganggu kenyamanan, fungsi mengunyah, atau menyebabkan iritasi pada gusi.Segera konsultasikan kondisi gigi tiruan kepada dokter gigi apabila mengalami:- Gigi palsu retak atau patah.
- Gigi tiruan terasa longgar atau mudah bergeser.
- Gigi palsu menyebabkan luka atau lecet pada gusi.
- Muncul rasa sakit atau tidak nyaman saat digunakan.
- Gigi tiruan membuat Anda sulit mengunyah atau berbicara.
- Terjadi perubahan gigitan setelah menggunakan gigi tiruan.
- Muncul iritasi atau peradangan yang tidak kunjung membaik.
- Gigi tiruan sudah terasa tidak pas atau tidak nyaman digunakan seperti sebelumnya.