-
Plak Gigi: Setiap hari, setelah kita makan atau minum, sisa-sisa makanan bercampur dengan bakteri di mulut dan air liur membentuk lapisan lengket, tipis, dan tidak berwarna yang disebut plak. Lapisan ini terasa licin jika disentuh dengan lidah. Plak dapat terbentuk hanya dalam beberapa jam setelah menyikat gigi.
-
Mineralisasi Plak: Jika plak tidak dibersihkan secara rutin dan menyeluruh (misalnya dengan menyikat gigi dan flossing), mineral dari air liur (terutama kalsium dan fosfat) akan mengendap dan meresap ke dalam plak tersebut.
-
Pengerasan (Kalsifikasi): Proses mineralisasi ini menyebabkan plak mengeras dan membentuk struktur seperti batu yang melekat kuat pada permukaan gigi. Inilah yang kita sebut karang gigi. Karang gigi bisa berwarna kekuningan, cokelat, hingga kehitaman, tergantung pada kebiasaan makan, minum (kopi, teh), dan merokok seseorang.
Bahaya Karang Gigi
-
Radang Gusi (Gingivitis): Ini adalah tahap awal penyakit gusi. Karang gigi mengiritasi gusi, menyebabkannya meradang, bengkak, merah, dan mudah berdarah saat menyikat gigi.
-
Penyakit Periodontal (Periodontitis): Jika gingivitis tidak diobati, peradangan dapat menyebar ke tulang dan jaringan penyangga gigi. Ini dapat merusak tulang alveolar yang menopang gigi, menyebabkan gigi goyang, dan akhirnya gigi tanggal.
-
Gigi Berlubang (Karies): Karang gigi menyediakan permukaan yang kasar bagi bakteri untuk menempel dan memproduksi asam, yang pada akhirnya dapat mengikis email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
-
Bau Mulut (Halitosis): Karang gigi adalah tempat berkembang biaknya bakteri penghasil bau, sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
-
Estetika: Gigi akan terlihat kotor, kuning, atau cokelat, yang dapat mengurangi kepercayaan diri.
-
Risiko Penyakit Sistemik: Bakteri dari karang gigi dan penyakit gusi parah dapat masuk ke aliran darah dan berpotensi memicu masalah kesehatan di organ lain, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masalah pernapasan.