Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kesehatan gigi dan gusi. Perubahan hormon selama masa kehamilan membuat ibu hamil lebih rentan mengalami gusi berdarah, pembengkakan gusi, gigi berlubang, hingga keluhan sakit gigi.Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang menunda perawatan gigi karena khawatir tindakan dokter gigi dapat membahayakan janin. Padahal, sebagian besar perawatan gigi justru aman dilakukan selama kehamilan, bahkan sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi.Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan gigi saat hamil? Kapan waktu terbaik untuk berobat ke dokter gigi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Menjaga kesehatan gigi selama kehamilan sangat penting karena perubahan hormon dapat meningkatkan risiko gusi berdarah (pregnancy gingivitis), gigi berlubang, bau mulut, dan kerusakan email akibat muntah (morning sickness). Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, menggunakan dental floss, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Trimester kedua (minggu ke-13 hingga ke-28) umumnya menjadi waktu yang paling nyaman untuk menjalani sebagian besar perawatan gigi yang diperlukan.
Mengapa Kehamilan Memengaruhi Kesehatan Gigi?
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat secara signifikan.Perubahan hormon ini membuat jaringan gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak sehingga lebih mudah mengalami peradangan.Selain itu, perubahan pola makan, morning sickness, dan meningkatnya frekuensi ngemil juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.Masalah Gigi yang Sering Dialami Ibu Hamil
1. Pregnancy Gingivitis (Radang Gusi pada Kehamilan)
Sekitar 60–75% ibu hamil mengalami pregnancy gingivitis.Gejalanya meliputi:- Gusi merah.
- Gusi bengkak.
- Mudah berdarah saat menyikat gigi.
- Gusi terasa lebih sensitif.
2. Pregnancy Granuloma (Benjolan pada Gusi)
Sebagian ibu hamil mengalami benjolan kecil pada gusi yang disebut pregnancy granuloma.Benjolan ini bersifat jinak dan biasanya muncul pada trimester kedua akibat respons berlebihan jaringan gusi terhadap plak.Pada banyak kasus, kondisi ini akan mengecil atau menghilang setelah melahirkan.3. Morning Sickness dan Kerusakan Email Gigi
Muntah berulang menyebabkan asam lambung mengenai permukaan gigi sehingga email menjadi lebih mudah terkikis.Akibatnya, gigi dapat menjadi:- Lebih sensitif.
- Mudah berlubang.
- Terasa ngilu saat makan atau minum.
4. Gigi Berlubang
Perubahan pola makan, terutama meningkatnya konsumsi makanan manis atau ngemil selama kehamilan, dapat meningkatkan risiko gigi berlubang apabila kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik.Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Hamil
Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan gigi selama kehamilan.Menyikat Gigi Secara Teratur
Membersihkan Sela Gigi
Jangan Langsung Menyikat Gigi Setelah Muntah
- Berkumur dengan air putih.
- Atau berkumur menggunakan larutan baking soda yang telah diencerkan.
- Tunggu sekitar 30 menit, kemudian baru menyikat gigi.
Batasi Konsumsi Makanan Manis
Minum Air Putih yang Cukup
Kapan Waktu Terbaik ke Dokter Gigi Saat Hamil?
Ibu hamil tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.Secara umum:- Trimester pertama: pemeriksaan dan tindakan darurat dapat dilakukan bila diperlukan.
- Trimester kedua (13–28 minggu): merupakan waktu yang paling ideal untuk tindakan seperti scaling, penambalan gigi, atau perawatan lain yang diperlukan.
- Trimester ketiga: tindakan tetap dapat dilakukan bila memang dibutuhkan, namun dokter biasanya akan menyesuaikan durasi perawatan agar ibu tetap nyaman.
Prosedur Gigi yang Aman Selama Kehamilan
Berikut beberapa prosedur yang umumnya aman dilakukan setelah dokter mengetahui kondisi kehamilan Anda.Umumnya Aman
- Pemeriksaan gigi rutin.
- Scaling gigi.
- Penambalan gigi.
- Pencabutan gigi bila memang diperlukan.
- Perawatan infeksi gigi yang tidak dapat ditunda.
Perlu Pertimbangan Dokter
- Foto rontgen gigi menggunakan pelindung timbal (lead apron) bila benar-benar diperlukan.
- Penggunaan anestesi lokal sesuai indikasi medis.
Sebaiknya Ditunda Hingga Setelah Melahirkan
- Bleaching gigi.
- Veneer kosmetik.
- Perawatan estetika yang tidak bersifat mendesak.
Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Gigi Ibu dan Janin
Konsumsi makanan bergizi membantu menjaga kesehatan gigi ibu sekaligus mendukung pembentukan gigi bayi.Beberapa nutrisi penting antara lain:- Kalsium dari susu, yogurt, keju, tempe, tahu, dan brokoli.
- Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium.
- Fosfor dari ikan, telur, dan kacang-kacangan.
- Vitamin C untuk menjaga kesehatan gusi.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:- Sakit gigi yang tidak kunjung membaik.
- Gusi bengkak atau bernanah.
- Gusi berdarah terus-menerus.
- Gigi patah.
- Bengkak pada pipi.
- Bau mulut yang tidak hilang.
- Kesulitan makan akibat nyeri gigi.
Rekomendasi Dokter Gigi
Dokter gigi umumnya menyarankan agar ibu hamil tidak menunda pemeriksaan gigi hanya karena sedang mengandung. Sebaliknya, menjaga kesehatan gigi selama kehamilan merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan ibu secara menyeluruh.Beberapa rekomendasi yang biasanya diberikan meliputi:- Informasikan usia kehamilan dan obat yang sedang dikonsumsi sebelum tindakan.
- Lakukan pemeriksaan gigi sejak awal kehamilan atau saat merencanakan kehamilan.
- Segera tangani gigi berlubang dan radang gusi agar tidak berkembang menjadi infeksi.
- Tetap menjaga kebersihan gigi setiap hari dengan menyikat gigi dan menggunakan dental floss.
- Ikuti jadwal kontrol yang disarankan dokter gigi maupun dokter kandungan.