Apa Itu Fluoride dan Mengapa Penting untuk Gigi?
Fluoride adalah mineral yang terdapat dalam makanan, minuman, serta produk perawatan gigi seperti pasta gigi dan obat kumur. Mineral ini melindungi gigi dengan cara memperkuat lapisan email, sehingga permukaan gigi lebih tahan terhadap asam yang dihasilkan bakteri di dalam mulut.
Sisa makanan yang menumpuk di permukaan gigi dan gusi menjadi sumber makanan bagi bakteri yang secara alami ada di mulut. Bakteri ini membentuk biofilm gigi, memetabolisme gula, lalu melepaskan asam yang menurunkan pH rongga mulut. Ketika pH mulut turun di bawah 5,5, terjadi demineralisasi email. Bila dibiarkan, kerusakan ini berkembang menjadi karies gigi.
Fluoride yang berasal dari air minum, bahan makanan, dan terutama dari pasta gigi serta obat kumur akan membentuk fluorapatit setelah terjadi pertukaran ion dengan email. Mineral fluorapatit lebih tahan asam dibandingkan hidroksiapatit, mineral asli pembentuk email. Dengan pemakaian produk berfluoride setiap hari, risiko karies pada anak maupun orang dewasa menjadi lebih rendah.
Mengapa Fluoride Diberikan Setelah Scaling?
Setelah scaling, permukaan gigi baru saja bersih dari karang dan plak sehingga fluoride dapat menempel langsung pada email tanpa terhalang lapisan tersebut. Pemberian fluoride pada tahap ini membantu remineralisasi email dan menurunkan risiko gigi berlubang. Karena itu dokter gigi umumnya menyarankan aplikasi fluoride sebagai penutup rangkaian pembersihan karang gigi.
Bagaimana Fluoride Diaplikasikan pada Gigi?
Fluoride diaplikasikan dengan dua cara. Sehari-hari melalui penyikatan dengan pasta gigi berfluoride dan obat kumur, yang melindungi email dari aksi bakteri di dalam mulut. Di klinik, dokter gigi mengaplikasikannya secara topikal dalam bentuk gel atau pernis, biasanya setelah tindakan scaling.
Apa Manfaat Fluoride untuk Gigi?
Selain mencegah kerusakan gigi, fluoride memperkuat email, meremineralisasi jaringan yang kehilangan mineral, menekan pertumbuhan bakteri mulut, serta membantu mengurangi gigi sensitif. Empat manfaat inilah yang membuat fluoride menjadi bagian rutin dari perawatan gigi harian maupun perawatan di klinik.
- Memperkuat email gigi. Aplikasi topikal fluoride memperkuat email alami gigi. Bergabung dengan mineral lain seperti kalsium dan fosfat, fluoride membentuk fluorapatit yang lebih tahan asam daripada hidroksiapatit.
- Meremineralisasi email. Fluoride tidak hanya tertinggal di permukaan email, tetapi juga diserap jaringan gigi dan mengisi kembali mineral yang hilang pada proses alami pergantian sel. Gigi menjadi lebih kuat menghadapi serangan asam dari bakteri.
- Efek antibakteri. Fluoride terbukti memiliki aksi antibakteri, yaitu mencegah pertumbuhan dan perkembangan bakteri mulut. Manfaat ini tidak hanya mencegah gigi berlubang, tetapi juga membantu pada periodontitis atau infeksi jaringan gusi.
- Mengurangi sensitivitas. Seiring waktu, keausan email memunculkan gigi sensitif. Pasokan fluoride yang cukup membantu mengurangi atau menghindari rasa ngilu khas gigi sensitif.
Apakah Fluoride Berlebihan Berbahaya?
Ya. Penggunaan fluoride yang berlebihan dapat menyebabkan fluorosis gigi, yaitu perubahan warna gigi berupa bintik atau garis putih yang bersifat permanen. Kondisi ini paling sering dialami anak berusia di bawah 6 tahun, sehingga jumlah pasta gigi berfluoride untuk anak perlu diawasi orang tua.
Bolehkah Langsung Berkumur Setelah Sikat Gigi?
Tidak disarankan. Berkumur dengan obat kumur langsung setelah menyikat gigi justru dapat menghilangkan lapisan fluoride yang baru menempel di permukaan gigi dari pasta gigi. Obat kumur tetap boleh dipakai, namun beri jarak waktu dari saat menyikat gigi.
Kapan Harus Kontrol ke Dokter Gigi?
Pemeriksaan gigi dianjurkan setiap 6 bulan sekali atau sesuai jadwal yang ditetapkan dokter. Kontrol rutin memungkinkan karang gigi dibersihkan sebelum menumpuk dan aplikasi fluoride diberikan pada waktu yang tepat. Segera periksakan diri bila muncul bintik putih atau kecokelatan, gigi terasa ngilu, atau gusi mudah berdarah.
Konsultasi di Tooth's Kingdom Dental Care
Apabila gigi Anda terasa ngilu setelah scaling atau mulai muncul bintik putih pada permukaan email, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa sebelum berkembang menjadi lubang.
Di Tooth's Kingdom Dental Care, Anda dapat melakukan konsultasi dokter gigi GRATIS untuk mengetahui kondisi email gigi dan menentukan apakah Anda memerlukan aplikasi fluoride, tambalan, atau perawatan lain.
Dokter akan memeriksa tingkat karang gigi, kondisi gusi, serta kebiasaan menyikat gigi Anda sebelum menentukan rangkaian perawatan yang sesuai.
Kesimpulan
Fluoride bekerja dengan membentuk fluorapatit pada email gigi sehingga permukaan gigi lebih tahan terhadap asam bakteri. Pemberian fluoride setelah scaling memanfaatkan kondisi email yang baru bersih untuk proses remineralisasi, sekaligus menurunkan risiko karies.
Manfaat fluoride meliputi penguatan email, remineralisasi, efek antibakteri, dan pengurangan gigi sensitif. Namun pemakaian berlebihan dapat memicu fluorosis, terutama pada anak di bawah 6 tahun, sehingga penggunaannya tetap perlu mengikuti anjuran dokter gigi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa fungsi fluoride setelah scaling gigi?
Fluoride memperkuat kembali email yang baru dibersihkan dari karang gigi. Mineral ini membentuk fluorapatit yang lebih tahan asam, sehingga risiko gigi berlubang setelah scaling menjadi lebih rendah.
Apakah aplikasi fluoride setelah scaling wajib?
Tidak selalu wajib, tetapi umum disarankan. Dokter gigi menilai kebutuhannya dari tingkat risiko karies, kondisi email, dan riwayat gigi berlubang setiap pasien.
Apakah fluoride membuat gigi menjadi putih?
Tidak. Fluoride berfungsi memperkuat dan meremineralisasi email, bukan memutihkan gigi. Perubahan warna gigi ditangani dengan prosedur yang berbeda.
Berapa pH mulut yang membuat email gigi mulai rusak?
Email mulai mengalami demineralisasi ketika pH rongga mulut turun di bawah 5,5. Kondisi ini terjadi setelah bakteri memetabolisme gula dan melepaskan asam.
Apakah fluoride berbahaya untuk anak?
Fluoride tetap bermanfaat bagi anak, tetapi jumlahnya perlu diawasi. Pemakaian berlebihan pada anak di bawah 6 tahun dapat menyebabkan fluorosis berupa bintik atau garis putih permanen pada gigi.
Bolehkah memakai obat kumur setelah sikat gigi dengan pasta berfluoride?
Boleh, tetapi jangan langsung. Berkumur segera setelah menyikat gigi dapat membilas lapisan fluoride yang baru menempel pada permukaan gigi.