Dokter Gigi Anak Jakarta: Kapan Anak Perlu Diperiksa?
3 November 2026

Dokter Gigi Anak Jakarta: Kapan Anak Perlu Diperiksa?

Anak perlu diperiksa dokter gigi pertama kali saat gigi susu pertamanya tumbuh, atau paling lambat di usia 1 tahun, lalu rutin setiap 6 bulan. Di luar jadwal itu, segera periksakan bila ada bercak putih atau cokelat di gigi, gusi bengkak, anak mengeluh ngilu, atau gigi patah karena terjatuh. Orang tua yang mencari dokter gigi anak di Jakarta bisa memulai dengan konsultasi awal gratis di lima cabang Tooth’s Kingdom.

Ringkasan singkat:

  • Kunjungan pertama: saat gigi pertama muncul (sekitar usia 6 bulan) atau paling lambat usia 1 tahun.
  • Jadwal rutin: setiap 6 bulan, lebih sering bila anak sering mengemut makanan manis atau pernah punya gigi berlubang.
  • Segera periksa: bercak putih atau cokelat, lubang, gusi bengkak, bau mulut menetap, atau gigi patah karena benturan.
  • Isi kunjungan pertama: pemeriksaan gigi dan gusi, pengenalan alat, arahan menyikat gigi dan pola makan.
  • Siapa yang memeriksa: dokter gigi umum yang terbiasa menangani anak; konsultasi awal gratis, biaya tindakan dirinci tertulis sebelum dikerjakan.

Kapan Anak Pertama Kali Perlu Diperiksa Dokter Gigi?

Patokannya: begitu gigi susu pertama muncul, biasanya di usia sekitar 6 bulan, atau paling lambat saat anak berulang tahun pertama. Kunjungan pertama bukan untuk tindakan, melainkan untuk memastikan gigi tumbuh normal, mengecek tanda awal karies botol, yaitu kerusakan gigi depan atas pada bayi yang terbiasa tidur sambil mengempeng botol, dan memberi orang tua panduan membersihkan gigi bayi.

Banyak orang tua baru datang setelah ada keluhan. Padahal gigi susu berlubang sering tidak terasa sakit pada tahap awal, sehingga ketika anak mengeluh, lubangnya biasanya sudah dalam. Kunjungan dini yang singkat juga membuat anak terbiasa dengan suasana klinik.

Gigi susu berjumlah 20 dan lengkap pada usia 2–3 tahun. Gigi susu menjaga ruang bagi gigi permanen, membantu mengunyah, dan memengaruhi cara bicara. Tahap tumbuh gigi dijelaskan di Panduan Lengkap Merawat Gigi Anak.

Seberapa Sering Anak Perlu Diperiksa Setelah Kunjungan Pertama?

Setelah itu jadwalnya umumnya setiap 6 bulan, dan fokus pemeriksaan berbeda tiap tahap usia.

Usia anakJadwal periksaYang diperhatikan dokter gigi
6–12 bulanKunjungan pertamaGigi pertama tumbuh normal, tanda karies botol, cara membersihkan gigi bayi
1–3 tahunSetiap 6 bulanKaries botol gigi depan atas, kebiasaan dot lewat usia 2 tahun, pasta gigi berfluoride sebesar biji beras
3–6 tahunSetiap 6 bulanGigi susu berlubang, pasta gigi berfluoride sebesar biji kacang, kebiasaan mengisap jari
6–12 tahunSetiap 6 bulanGeraham permanen pertama yang tumbuh di usia 6 tahun, pergantian gigi susu, kerapian susunan gigi
12 tahun ke atasSetiap 6 bulanGigi permanen hampir lengkap kecuali geraham bungsu, karang gigi, kebutuhan behel bila gigi berjejal

Cara menyikat per usia, termasuk mengapa orang tua perlu membantu menyikat sampai usia 7–8 tahun, dibahas di Tips Merawat Gigi Susu pada Balita dan Anak Prasekolah.

Tanda Apa yang Berarti Anak Harus Segera Diperiksa?

Jangan menunggu jadwal 6 bulan bila melihat salah satu tanda berikut:

  • Bercak putih seperti kapur di dekat gusi, terutama gigi depan atas. Ini tanda awal karies yang sering masih bisa dihentikan dengan fluoride dan perbaikan kebiasaan.
  • Bercak cokelat, hitam, atau lubang pada gigi. Gigi susu yang menghitam bisa karena karies atau benturan, lihat Gigi Susu Anak Menghitam.
  • Anak mengeluh ngilu saat makan manis, dingin, atau panas, atau menolak mengunyah di satu sisi.
  • Gusi bengkak atau ada benjolan seperti bisul di gusi, biasanya tanda infeksi dari gigi yang berlubang dalam.
  • Bau mulut yang tidak hilang setelah 2 minggu rajin menyikat gigi. Bila disertai demam atau pipi bengkak, periksakan hari itu juga. Penyebabnya diulas di Penyebab Bau Mulut pada Anak.
  • Gigi goyang atau patah karena jatuh. Gigi permanen yang tercabut utuh perlu dibawa secepatnya: pegang mahkotanya, jangan digosok, simpan dalam susu atau ludah anak agar masih mungkin ditanam kembali. Gigi susu yang tercabut tidak ditanam kembali, tetapi tetap perlu diperiksa.
  • Gigi permanen sudah tumbuh tetapi gigi susunya belum tanggal, sehingga tampak dua baris gigi. Gigi susu mungkin perlu dicabut.

Apa yang Dilakukan Dokter Gigi Saat Anak Pertama Kali Diperiksa?

Kunjungan pertama biasanya singkat. Dokter gigi memeriksa gigi, gusi, lidah, dan langit-langit mulut, lalu mengecek apakah jumlah dan urutan gigi sesuai usia. Pada bayi, dokter dan orang tua duduk berhadapan dan bayi berbaring di pangkuan keduanya, sehingga anak tetap melihat wajah orang tuanya.

Bila ada plak, dokter dapat menganjurkan pembersihan ringan, dan pada anak yang berisiko karies dapat menganjurkan pengolesan fluoride. Rontgen tidak rutin dilakukan, hanya bila ada keluhan yang perlu dipastikan. Sisa waktu dipakai menjawab pertanyaan orang tua: cara menyikat, jumlah pasta gigi, kapan berhenti dot, dan camilan manis. Kebiasaan tidur dengan botol susu dan dot lewat usia 2 tahun dibahas di artikel Dot atau Empeng Bisa Merusak Gigi Anak?

Bagaimana Menyiapkan Anak agar Tidak Takut ke Dokter Gigi?

  • Datang sebelum ada keluhan. Kunjungan pertama yang hanya "dilihat dan dihitung giginya" meninggalkan kesan menyenangkan, berbeda dengan kunjungan yang langsung menambal.
  • Pilih waktu anak segar dan gunakan bahasa netral. Datang setelah anak tidur siang dan makan. Hindari kalimat "tidak sakit kok" atau "tidak disuntik", karena justru memasukkan ide sakit dan suntik ke pikiran anak. Cukup katakan dokter akan melihat dan menghitung giginya.
  • Bermain peran di rumah. Ajak anak membuka mulut sambil dihitung giginya dengan cermin kecil, lalu bergantian anak "memeriksa" gigi boneka.
  • Tetap tenang dan beri pujian, bukan permen. Anak membaca ekspresi orang tua, jadi jangan ceritakan pengalaman buruk Anda di dokter gigi di depannya.

Apa yang Terjadi Bila Gigi Susu Berlubang Dibiarkan?

Gigi susu berlubang tidak sembuh sendiri. Lubang membesar, mencapai saraf, menimbulkan nyeri dan bengkak, membuat anak susah makan dan tidur, dan infeksinya bisa mengganggu benih gigi permanen di bawahnya. Bila gigi susu terpaksa dicabut terlalu dini, gigi di sebelahnya bisa bergeser menutup ruang, sehingga gigi permanen tumbuh berjejal dan kelak lebih mungkin membutuhkan behel.

Karena itu gigi susu berlubang tetap perlu ditambal atau dirawat sarafnya, kecuali memang sudah waktunya tanggal. Uraiannya ada di Gigi Susu Berlubang, Perlukah Ditambal?, jenis tambalannya di halaman penambalan gigi, dan kisaran biaya tambal serta perawatan saluran akar di Panduan Lengkap Tambal Gigi dan PSA. Bedanya dengan gigi permanen dijelaskan di Cara Membedakan Gigi Susu dengan Gigi Permanen.

Dokter Gigi Anak di Jakarta: Cabang Tooth’s Kingdom dan Jam Bukanya

Di Tooth’s Kingdom Dental Care, pasien anak diperiksa dokter gigi umum yang terbiasa menangani anak di lima cabang Jakarta. Bila kasusnya membutuhkan penanganan lanjutan, dokter menjelaskan pilihan dan rujukannya. Semua cabang tutup hari Minggu dan jadwal dapat berubah, jadi buat janji lebih dulu lewat WhatsApp wa.me/6287777788925 (0877-7778-8925) sambil menyebutkan usia anak dan keluhannya.

CabangAlamatJam buka
Klinik Gigi JelambarJl. Jelambar Utama Sakti 2 No. 2A, Grogol Petamburan, Jakarta BaratSenin–Jumat 14.00–20.00, Sabtu 10.00–17.00
Klinik Gigi CengkarengRuko Blok A34 No. 11, Jl. Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta BaratSenin–Sabtu 12.30–20.00
Klinik Gigi BenhilApotek Watsons Lantai 2, Jl. Bendungan Hilir No. 39, Jakarta Pusat (dekat MRT Bendungan Hilir)Senin–Sabtu 12.00–20.00
Klinik Gigi Cipete RayaApotek Watsons Lantai 2, Jl. Cipete Raya No. 15C, Cilandak, Jakarta Selatan (dekat MRT Cipete Raya)Senin–Rabu 16.00–20.00, Kamis–Sabtu 12.00–20.00
Klinik Gigi Kelapa GadingJl. Boulevard Kelapa Gading Blok OA-5 Kav. 8-9, Kelapa Gading, Jakarta UtaraSenin–Kamis 16.00–20.00, Jumat–Sabtu 12.00–20.00

Profil dokter di tiap cabang, termasuk hari praktiknya, ada di halaman Tim Dokter. Konsultasi awal gratis; bila ada gigi yang perlu ditambal atau dicabut, rinciannya dijelaskan tertulis sebelum tindakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan anak pertama kali perlu ke dokter gigi?

Saat gigi susu pertama tumbuh, sekitar usia 6 bulan, atau paling lambat usia 1 tahun, lalu rutin setiap 6 bulan.

Apakah bayi yang belum punya gigi perlu ke dokter gigi?

Belum perlu, tetapi gusinya tetap dibersihkan setelah menyusu dengan kasa atau kain bersih yang dilembapkan air matang. Bila di usia 12 bulan belum ada gigi yang tumbuh, periksakan.

Apakah periksa gigi anak sakit?

Pemeriksaan rutin umumnya tidak sakit karena hanya melihat dan menghitung gigi. Tindakan seperti tambal memakai bius lokal bila perlu, dan dokter menjelaskannya dulu kepada anak.

Berapa biaya periksa gigi anak di Tooth’s Kingdom?

Konsultasi awal gratis di semua cabang. Biaya tindakan, bila ada, dirinci tertulis sebelum dikerjakan.

Bolehkah anak langsung ditambal pada kunjungan pertama?

Bila lubangnya kecil dan anak kooperatif, bisa hari itu juga. Pada anak yang masih takut, dokter biasanya mengutamakan perkenalan dulu agar kunjungan berikutnya lebih lancar.

Sumber: American Academy of Pediatric Dentistry: Policy on the Dental Home; NHS: Looking after your baby's teeth.


Artikel Lainnya

Tukang Gigi Palsu atau Dokter Gigi? Aturan, Risiko, dan Biayanya

Tukang gigi palsu atau dokter gigi? Kenali batas kewenangan tukang gigi menurut Permenkes 39/2014, cara memilih tukang gigi berizin, risiko gigi palsu yang tidak pas, dan biaya gigi palsu mulai dari Rp 400.000 di Jakarta Barat.

Read More
Veneer Gigi di Jakarta Selatan: Harga, Jenis, dan Klinik di Cipete Raya

Veneer gigi di Jakarta Selatan bisa dilakukan di Tooth’s Kingdom Cipete Raya, mulai dari Rp 800.000 per gigi. Kenali jenis veneer komposit dan porselen, prosedurnya, ketahanan, dan cara konsultasi gratis.

Read More
Ikon instruksi putar ponsel ke posisi landscape atau horizontal.

Please rotate your phone to access the website

Ikon logo WhatsApp untuk layanan chat dan konsultasi kesehatan gigi online di Tooth's Kingdom Dental Care.