Halo, Sahabat Kingdom's!
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara membedakan gigi susu dengan gigi permanen? Banyak orang tua maupun orang dewasa yang masih merasa bingung ketika melihat gigi anak mulai goyang atau tanggal. Bahkan tidak sedikit yang khawatir apakah gigi yang copot merupakan gigi susu atau justru gigi permanen.
Mengetahui perbedaan gigi susu dan gigi permanen sangat penting agar Anda dapat memahami proses pertumbuhan gigi anak serta mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan dokter gigi apabila terjadi kelainan.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Gigi Susu?
Gigi susu, yang juga dikenal sebagai gigi sulung, gigi primer, atau gigi desidui, merupakan gigi pertama yang tumbuh pada anak-anak. Benih gigi susu sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan.
Umumnya, gigi susu mulai tumbuh pada usia sekitar 6 bulan dan akan lengkap sebanyak 20 gigi saat anak berusia 2 hingga 3 tahun.
Meskipun hanya bersifat sementara, gigi susu memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Fungsi Gigi Susu
Beberapa fungsi penting gigi susu antara lain:
- Membantu anak mengunyah makanan dengan baik.
- Mendukung perkembangan bicara dan pelafalan kata.
- Menjaga ruang agar gigi permanen dapat tumbuh pada posisi yang benar.
- Membantu pertumbuhan tulang rahang dan bentuk wajah.
- Menunjang rasa percaya diri anak saat tersenyum.
Apabila gigi susu tanggal terlalu cepat akibat gigi berlubang atau trauma, gigi permanen berisiko tumbuh tidak beraturan atau berjejal.
Apa Itu Gigi Permanen?
Gigi permanen merupakan gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan dirancang untuk digunakan sepanjang hidup.
Proses pergantian biasanya dimulai sekitar usia 6 tahun dan berlanjut hingga usia remaja. Sementara itu, gigi geraham bungsu umumnya baru tumbuh pada usia 17–25 tahun, bahkan pada sebagian orang tidak tumbuh sama sekali.
Berbeda dengan gigi susu, gigi permanen memiliki:
- Total 32 gigi.
- Lapisan email dan dentin yang lebih tebal.
- Akar yang lebih panjang dan kuat.
- Daya kunyah yang lebih baik.
- Ketahanan yang lebih tinggi terhadap tekanan.
Karena tidak akan tergantikan lagi apabila hilang, menjaga kesehatan gigi permanen menjadi sangat penting.
Cara Membedakan Gigi Susu dengan Gigi Permanen
Berikut beberapa ciri yang dapat membantu Anda membedakan keduanya.
1. Warna Gigi
Perbedaan yang paling mudah dilihat adalah warna giginya.
Gigi Susu
- Berwarna putih cerah.
- Terkadang tampak sedikit kebiruan.
- Terlihat lebih mengilap.
Gigi Permanen
- Warna lebih kekuningan alami.
- Lapisan dentin lebih tebal sehingga warna terlihat lebih gelap dibanding gigi susu.
2. Ukuran dan Bentuk
Gigi Susu
- Ukurannya lebih kecil.
- Bentuk lebih pendek dan membulat.
- Permukaan gigi tampak lebih halus.
Gigi Permanen
- Ukurannya lebih besar.
- Mahkota gigi lebih lebar.
- Gigi depan yang baru tumbuh biasanya memiliki tiga tonjolan kecil yang disebut mamelon, dan akan hilang seiring waktu.
3. Jumlah Gigi
Jumlah gigi juga menjadi pembeda yang cukup jelas.
Gigi Susu
- Total 20 gigi
- 10 gigi rahang atas
- 10 gigi rahang bawah
Gigi Permanen
- Total 32 gigi
- 16 gigi rahang atas
- 16 gigi rahang bawah
- Termasuk empat gigi geraham bungsu.
4. Celah Antar Gigi
Gigi Susu
Biasanya terdapat celah atau jarak antar gigi.
Hal ini merupakan kondisi normal karena rahang anak masih berkembang untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen yang ukurannya lebih besar.
Gigi Permanen
Gigi permanen umumnya tumbuh lebih rapat sehingga jarang memiliki celah alami.
5. Kekuatan Gigi
Gigi Susu
- Email lebih tipis.
- Mudah berlubang.
- Akar lebih pendek.
- Lebih mudah goyang ketika memasuki masa pergantian gigi.
Gigi Permanen
- Email lebih tebal.
- Lebih kuat terhadap tekanan kunyah.
- Akar lebih panjang dan kokoh.
- Dirancang bertahan seumur hidup.
6. Waktu Tumbuh dan Tanggal
Gigi Susu
- Mulai tumbuh usia 6 bulan.
- Lengkap usia 2–3 tahun.
- Mulai tanggal usia 6 tahun.
- Umumnya selesai berganti pada usia 12–13 tahun.
Gigi Permanen
- Mulai tumbuh sekitar usia 6 tahun.
- Hampir lengkap pada usia 12–13 tahun.
- Geraham bungsu biasanya tumbuh pada usia 17–25 tahun.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Gigi susu belum tanggal meskipun gigi permanen sudah tumbuh.
- Gigi permanen tumbuh berjejal.
- Gigi anak tanggal akibat benturan.
- Gigi permanen copot.
- Anak mengalami nyeri atau pembengkakan pada gusi.
- Gigi tumbuh pada posisi yang tidak normal.
Pemeriksaan sejak dini akan membantu dokter menentukan apakah proses pergantian gigi berlangsung normal atau memerlukan perawatan ortodonti maupun tindakan lainnya.
Konsultasi di TOOTH'S KINGDOM DENTAL CARE
Apabila Anda masih bingung membedakan gigi susu dan gigi permanen, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi di TOOTH'S KINGDOM DENTAL CARE.
Kami menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gigi untuk anak maupun dewasa, sehingga proses pertumbuhan gigi dapat dipantau dengan baik sejak dini.
Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali juga sangat dianjurkan agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga.
Kesimpulan
Membedakan gigi susu dengan gigi permanen sebenarnya cukup mudah apabila memperhatikan warna, ukuran, jumlah, celah antar gigi, kekuatan, serta waktu tumbuhnya.
Mengetahui perbedaan ini sangat penting agar orang tua dapat memastikan proses pergantian gigi anak berlangsung normal. Jika terdapat kelainan atau gigi permanen tumbuh tidak pada tempatnya, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Bagaimana cara membedakan gigi susu dan gigi permanen?
Gigi susu umumnya lebih kecil, lebih putih, memiliki celah antar gigi, dan jumlahnya hanya 20 gigi. Gigi permanen lebih besar, sedikit kekuningan, lebih rapat, dan berjumlah 32 gigi.
Berapa jumlah gigi susu?
Jumlah gigi susu adalah 20 gigi, terdiri dari 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah.
Berapa jumlah gigi permanen?
Gigi permanen berjumlah 32 gigi, termasuk empat gigi geraham bungsu.
Pada usia berapa gigi permanen mulai tumbuh?
Gigi permanen biasanya mulai tumbuh sekitar usia 6 tahun dan terus berkembang hingga usia remaja.
Apakah gigi permanen bisa tumbuh kembali jika copot?
Tidak. Berbeda dengan gigi susu, gigi permanen tidak dapat tumbuh kembali secara alami apabila sudah tanggal atau dicabut.