Halo, Sahabat Kingdom!
Banyak orang tua memberikan dot atau empeng untuk membantu menenangkan bayi saat rewel atau menjelang tidur. Namun, pernahkah Anda mendengar bahwa penggunaan dot dapat menyebabkan gigi anak menjadi rusak atau tumbuh tidak rapi?
Lalu, benarkah dot atau empeng bisa merusak gigi anak, atau hanya sekadar mitos?
Jawabannya adalah fakta. Penggunaan dot sebenarnya aman jika digunakan dengan benar dan dalam jangka waktu yang sesuai. Namun, apabila digunakan terlalu lama atau disertai kebiasaan yang kurang tepat, dot dapat meningkatkan risiko gigi berlubang (karies) hingga menyebabkan gangguan pertumbuhan rahang dan susunan gigi anak.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Pengaruh Dot atau Empeng terhadap Gigi Anak?
Dot atau empeng tidak secara langsung merusak gigi. Namun, kebiasaan menggunakannya dalam waktu lama dapat memberikan tekanan terus-menerus pada gigi dan rahang yang masih berkembang.
Selain itu, jika dot sering dicelupkan ke cairan manis atau digunakan saat anak tidur sambil minum susu, risiko kerusakan gigi akan meningkat secara signifikan.
1. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang (Karies)
Salah satu dampak paling sering terjadi akibat penggunaan dot adalah munculnya karies gigi.
Penyebabnya antara lain:
- Dot dicelupkan ke madu atau gula.
- Anak tidur sambil mengisap botol susu atau dot.
- Sisa susu menempel pada gigi dalam waktu lama.
- Produksi air liur berkurang saat tidur sehingga bakteri lebih mudah berkembang.
Bakteri di dalam mulut akan mengubah gula menjadi asam yang mengikis lapisan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Kondisi ini dikenal sebagai Baby Bottle Tooth Decay atau karies botol susu.
2. Mengganggu Pertumbuhan Gigi dan Rahang
Penggunaan dot secara terus-menerus setelah usia balita dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan posisi gigi.
Karena tulang rahang anak masih lunak, tekanan dari dot dapat mengubah arah pertumbuhan gigi.
Beberapa gangguan yang dapat terjadi antara lain:
Gigi Tonggos (Protrusi)
Gigi depan atas terdorong ke arah depan sehingga tampak lebih menonjol.
Gigitan Terbuka (Open Bite)
Gigi depan atas dan bawah tidak saling bertemu ketika mulut menutup.
Gigitan Silang (Crossbite)
Posisi gigi atas menggigit di bagian dalam gigi bawah.
Rahang Menjadi Lebih Sempit
Langit-langit mulut dapat berkembang lebih tinggi dan sempit sehingga memengaruhi susunan gigi permanen.
Kapan Anak Sebaiknya Berhenti Menggunakan Dot?
Sebagian besar dokter gigi anak menyarankan:
- Mulai mengurangi penggunaan dot sejak usia 1 tahun.
- Sebaiknya berhenti menggunakan dot sebelum usia 2 tahun.
- Maksimal usia 3–4 tahun, karena setelah usia tersebut risiko gangguan pertumbuhan gigi dan rahang meningkat.
Semakin lama anak menggunakan dot, semakin besar kemungkinan diperlukan perawatan ortodonti (behel) di kemudian hari.
Cara Mencegah Kerusakan Gigi Akibat Dot
Agar penggunaan dot tetap aman, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Jangan Mencelupkan Dot ke Cairan Manis
Hindari mencelupkan dot ke dalam:
- Madu
- Gula
- Sirup
- Susu kental manis
- Jus
Kebiasaan ini merupakan penyebab utama gigi berlubang pada anak.
Hindari Tidur Sambil Mengisap Botol Susu
Jika anak membutuhkan botol sebelum tidur, usahakan hanya berisi air putih.
Bersihkan Dot Secara Rutin
Pastikan dot selalu bersih dan steril sebelum digunakan.
Ajarkan Kebersihan Mulut Sejak Dini
- Bersihkan gusi bayi menggunakan kain bersih.
- Setelah gigi pertama tumbuh, gunakan sikat gigi khusus bayi.
- Gunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia anak.
Rutin Periksa ke Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali membantu mendeteksi kerusakan gigi sejak dini.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera periksakan anak apabila mengalami:
- Gigi mulai berubah warna menjadi cokelat atau hitam.
- Gigi tampak berlubang.
- Gigi depan mulai maju.
- Susunan gigi berubah.
- Anak sering mengeluh ngilu saat makan.
- Anak masih menggunakan dot setelah usia 2 tahun.
Dokter gigi akan mengevaluasi apakah penggunaan dot sudah memengaruhi kesehatan gigi maupun pertumbuhan rahangnya.
Konsultasi di TOOTH'S KINGDOM DENTAL CARE
Apabila buah hati Anda masih menggunakan dot atau mulai menunjukkan tanda-tanda gigi berlubang maupun susunan gigi yang berubah, jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah.
Di TOOTH'S KINGDOM DENTAL CARE, Anda dapat melakukan konsultasi dokter gigi GRATIS untuk memantau pertumbuhan gigi anak, mendeteksi karies sejak dini, serta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan dot yang aman sesuai usia.
Pemeriksaan rutin sejak dini merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan gigi susu maupun gigi permanen anak.
Kesimpulan
Penggunaan dot atau empeng bukanlah penyebab langsung kerusakan gigi anak. Namun, penggunaan yang terlalu lama atau disertai kebiasaan seperti mencelupkan dot ke cairan manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, gangguan pertumbuhan rahang, hingga susunan gigi yang tidak rapi.
Oleh karena itu, orang tua dianjurkan untuk mulai menghentikan penggunaan dot sejak usia 1 tahun dan menjaga kebersihan gigi anak sejak gigi pertama mulai tumbuh.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah dot benar-benar bisa merusak gigi anak?
Ya. Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang serta mengganggu pertumbuhan rahang dan susunan gigi.
Sampai usia berapa anak boleh memakai dot?
Idealnya penggunaan dot mulai dihentikan sejak usia 1 tahun dan selesai sebelum usia 2 tahun. Semakin lama digunakan, semakin besar risiko gangguan pertumbuhan gigi.
Apakah dot menyebabkan gigi tonggos?
Bisa. Penggunaan dot yang terlalu lama dapat memberikan tekanan pada gigi depan sehingga menyebabkan gigi tampak lebih maju.
Apakah dot boleh dicelupkan ke madu?
Tidak. Kebiasaan mencelupkan dot ke madu, gula, atau cairan manis sangat meningkatkan risiko gigi berlubang.
Bagaimana cara mencegah gigi anak rusak akibat dot?
Gunakan dot sesuai usia, jangan dicelupkan ke cairan manis, jaga kebersihan mulut anak, dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan.