Gigi susu mulai tumbuh sekitar usia 6 bulan, lengkap 20 gigi pada usia 2–3 tahun, dan berganti ke gigi permanen mulai usia 6 tahun. Meski akhirnya tanggal, gigi susu menentukan posisi gigi permanen, pertumbuhan rahang, cara bicara, dan nutrisi anak. Karena itu gigi susu yang berlubang tetap harus ditambal, bukan dibiarkan. Tiga kebiasaan yang paling sering merusak gigi anak adalah tidur dengan botol susu, dot yang dipakai lewat usia 2 tahun, dan menyikat gigi yang tidak diawasi orang tua. Mulai bersihkan gusi bayi sejak lahir, sikat dengan pasta berfluoride sebesar biji beras begitu gigi pertama muncul, bantu menyikat sampai usia 7–8 tahun, dan periksakan ke dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh lalu rutin tiap 6 bulan.
Banyak orang tua berpikir gigi susu tidak perlu dirawat serius karena toh akan tanggal sendiri. Ini kesalahan yang paling umum dan dampaknya bisa terbawa seumur hidup. Panduan ini merangkum semua yang perlu orang tua ketahui, dari jadwal tumbuh gigi sampai cara menangani masalah yang paling sering muncul, berdasarkan artikel-artikel dokter gigi Tooth’s Kingdom.
Jadwal Tumbuh Gigi Anak: Gigi Susu dan Gigi Permanen
Benih gigi susu sudah terbentuk sejak bayi dalam kandungan. Urutan umumnya:
- Usia 6 bulan: gigi susu pertama muncul, biasanya gigi seri bawah.
- Usia 2–3 tahun: 20 gigi susu lengkap, 10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah.
- Usia 6 tahun: gigi susu mulai goyang dan tanggal, gigi geraham permanen pertama tumbuh di belakang gigi susu tanpa menggantikan apa pun.
- Usia 12–13 tahun: pergantian hampir selesai, gigi permanen berjumlah 28.
- Usia 17–25 tahun: gigi bungsu tumbuh, melengkapi 32 gigi permanen. Pada sebagian orang tidak tumbuh sama sekali.
Gigi susu lebih kecil, lebih putih, dan punya celah alami antar gigi karena rahang anak sedang menyiapkan ruang untuk gigi permanen yang lebih besar. Gigi permanen lebih besar, sedikit kekuningan, lebih rapat, dan gigi seri yang baru tumbuh punya tiga tonjolan kecil (mamelon) yang hilang sendiri. Panduan lengkapnya ada di Cara Membedakan Gigi Susu dengan Gigi Permanen.
Mengapa Gigi Susu Penting Meski Akan Tanggal?
Gigi susu punya empat tugas yang tidak bisa digantikan:
- Menjaga ruang untuk gigi permanen. Bila gigi susu tanggal terlalu cepat karena berlubang atau benturan, gigi sebelahnya bergeser menutup celah sehingga gigi permanen tumbuh berjejal atau miring.
- Mengunyah dan nutrisi. Gigi susu yang sakit membuat anak menolak makanan padat dan asupan gizinya turun.
- Bicara. Gigi depan membantu pengucapan huruf tertentu.
- Pertumbuhan rahang dan bentuk wajah. Tekanan kunyah merangsang tulang rahang berkembang normal.
Infeksi pada akar gigi susu juga bisa merusak benih gigi permanen yang sedang berkembang tepat di bawahnya.
Cara Merawat Gigi Anak Sesuai Usia
0–6 bulan, sebelum gigi tumbuh
Bersihkan gusi bayi setelah menyusu dengan kain kasa atau waslap bersih yang dibasahi air. Ini membersihkan sisa susu sekaligus membiasakan bayi dengan rutinitas kebersihan mulut.
6–12 bulan, gigi pertama muncul
Gunakan sikat gigi bayi berkepala kecil dengan bulu ekstra lembut dan pasta gigi berfluoride sebesar biji beras. Sikat sekali sehari, lalu dua kali sehari begitu gigi bertambah. Mulai ajari minum dari cangkir agar pada usia 12–14 bulan anak lepas dari botol. Bawa anak ke dokter gigi pertama kali saat gigi pertama tumbuh atau paling lambat usia 1 tahun.
2–6 tahun, balita dan prasekolah
Pasta gigi berfluoride ditingkatkan menjadi sebesar biji kacang. Anak belum pandai meludah, jadi jumlah pasta harus dikontrol. Sikat dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, lalu tidak makan atau minum lagi selain air putih. Orang tua tetap membantu menyikat sampai usia 7–8 tahun karena motorik halus anak belum cukup untuk membersihkan semua permukaan. Batasi camilan manis dan lengket, ganti dengan buah segar, keju, yogurt tanpa gula, dan sayuran renyah. Rutinitas lengkapnya ada di Tips Merawat Gigi Susu pada Balita dan Anak Usia Prasekolah.
Bahaya Botol Susu Saat Tidur (Karies Botol)
Karies botol atau baby bottle tooth decay adalah kerusakan gigi depan atas yang khas pada bayi yang tidur sambil mengempeng botol. Susu, termasuk ASI dan susu formula, mengandung gula alami (laktosa). Saat bayi tidur, cairan tergenang di sekitar gigi sepanjang malam, produksi air liur menurun, dan bakteri mengubah gula menjadi asam yang mengikis email. Tandanya: bercak putih kapur di dekat garis gusi yang berubah cokelat, lalu berlubang.
Pencegahannya: jangan memberi botol susu di tempat tidur. Bila anak harus minum susu sebelum tidur, berikan sebelum sikat gigi. Isi botol di antara waktu makan hanya dengan air putih. Jangan pernah memberi madu pada bayi di bawah 1 tahun, dan jangan mencelupkan dot ke sirup atau madu. Penjelasan lengkapnya di Pengaruh Kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Kesehatan Gigi Anak.
Dot atau Empeng: Sampai Usia Berapa Aman?
Dot aman bila dipakai dengan benar dan tidak terlalu lama. Masalah muncul bila dipakai lewat usia balita: tulang rahang anak masih lunak, sehingga tekanan dot bisa membuat gigi depan atas maju (tonggos), gigitan terbuka, dan langit-langit mulut tinggi dan sempit. Batas yang disarankan dokter gigi: mulai kurangi sejak usia 1 tahun, berhenti sebelum usia 2 tahun, dan paling lambat usia 3–4 tahun. Kebiasaan mengisap jempol berdampak sama. Selengkapnya di Dot atau Empeng Bisa Merusak Gigi Anak? Fakta atau Mitos?.
Gigi Susu Berlubang: Perlukah Ditambal?
Perlu. Gigi susu yang berlubang tidak akan sembuh sendiri. Lubang membesar, mencapai saraf, menimbulkan nyeri dan bengkak, membuat anak susah makan dan tidur, dan infeksinya bisa mengganggu benih gigi permanen di bawahnya. Bila gigi susu akhirnya harus dicabut jauh sebelum waktunya, ruang untuk gigi permanen hilang. Penambalan pada anak dilakukan dengan bahan dan pendekatan yang ramah anak; semakin dini ditangani, semakin kecil dan cepat tindakannya. Pada kasus tertentu dokter juga bisa melakukan perawatan saraf gigi susu atau memasang penjaga ruang (space maintainer). Baca Gigi Susu Berlubang, Perlukah Ditambal?.
Gigi Susu Menghitam: Penyebab dan Penanganannya
Tidak semua gigi hitam berarti berlubang. Penyebab yang paling sering:
- Karies, terutama karies botol. Dimulai dari bercak putih kapur, lalu cokelat, lalu hitam dan berlubang.
- Benturan atau jatuh. Perdarahan di dalam gigi membuat warnanya abu-abu atau kehitaman beberapa minggu kemudian. Gigi perlu dipantau karena sarafnya bisa mati.
- Noda luar dari suplemen zat besi, makanan berwarna, atau bakteri kromogenik. Noda ini bisa dibersihkan dokter gigi.
Jangan menunggu anak mengeluh sakit. Periksakan segera bila gigi berubah warna, apalagi setelah benturan. Detailnya di Gigi Susu Anak Menghitam: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya.
Bau Mulut pada Anak
Bau mulut pagi hari itu normal karena air liur berkurang saat tidur dan hilang setelah sikat gigi. Bau mulut yang menetap biasanya berasal dari sisa makanan di lidah dan sela gigi, gigi berlubang, radang gusi, atau infeksi saluran napas seperti sinusitis dan radang amandel. Pada anak kecil, benda asing yang tersangkut di hidung juga bisa menimbulkan bau menyengat dari satu sisi. Atasi dengan menyikat gigi dan lidah dua kali sehari, cukup minum air putih, dan batasi minuman manis. Obat kumur beralkohol tidak untuk anak di bawah 12 tahun. Segera ke dokter bila bau tidak membaik setelah 2 minggu, disertai demam atau bengkak, atau berbau tidak biasa seperti buah terlalu matang. Selengkapnya di Kenali Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya.
Kapan Anak Perlu Behel?
Pergantian gigi yang tidak rapi, gigi berjejal, atau gigitan yang tidak pas sering terlihat pada usia 7–9 tahun. Pemeriksaan ortodonti pertama dianjurkan sekitar usia 7 tahun, saat gigi geraham dan seri permanen sudah tumbuh, agar masalah rahang bisa dikoreksi selagi tulang masih berkembang. Penjelasan waktu yang tepat ada di Behel Gigi Anak: Kapan Waktu yang Tepat?.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Kunjungan pertama saat gigi pertama tumbuh atau paling lambat usia 1 tahun, lalu rutin setiap 6 bulan. Di luar jadwal, segera periksakan bila gigi berubah warna, berlubang, patah atau goyang setelah benturan, gusi bengkak atau bernanah, anak mengeluh ngilu saat makan, gigi permanen tumbuh padahal gigi susu belum tanggal, atau anak masih memakai dot lewat usia 2 tahun. Kunjungan dini yang menyenangkan membuat anak tidak takut dokter gigi di kemudian hari. Konsultasi awal di Tooth’s Kingdom gratis dan ditangani dokter gigi yang ramah anak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan anak pertama kali ke dokter gigi?
Saat gigi pertama tumbuh atau paling lambat usia 1 tahun, lalu rutin setiap 6 bulan.
Berapa banyak pasta gigi untuk anak?
Sebesar biji beras untuk usia di bawah 2–3 tahun, sebesar biji kacang untuk usia 3–6 tahun. Pasta tetap mengandung fluoride.
Sampai usia berapa orang tua harus membantu menyikat gigi anak?
Minimal sampai usia 7–8 tahun, sampai anak bisa menulis sambung dengan rapi, tanda motorik halusnya cukup.
Sampai usia berapa anak boleh memakai dot?
Mulai dikurangi sejak usia 1 tahun, berhenti sebelum usia 2 tahun, paling lambat usia 3–4 tahun.
Apakah gigi susu berlubang harus ditambal padahal akan tanggal?
Ya. Tanpa ditambal, lubang membesar, menimbulkan nyeri dan infeksi, dan bisa merusak benih gigi permanen serta ruang tumbuhnya.
Berapa jumlah gigi susu dan gigi permanen?
Gigi susu 20, gigi permanen 32 termasuk 4 gigi bungsu.
Apakah bau mulut pagi hari pada anak normal?
Normal, karena air liur berkurang saat tidur. Bau yang menetap sepanjang hari perlu diperiksa.
Gigi anak menghitam setelah jatuh, apa yang harus dilakukan?
Periksakan ke dokter gigi untuk memastikan saraf gigi masih hidup dan tidak ada infeksi, meskipun anak tidak mengeluh sakit.
Apakah gigi permanen yang copot bisa tumbuh lagi?
Tidak. Gigi permanen yang copot karena benturan harus segera dibawa ke dokter gigi, idealnya dalam 30–60 menit, agar bisa ditanam kembali.
Periksakan gigi si kecil di klinik Tooth’s Kingdom terdekat: Jelambar, Cengkareng, Benhil, Cipete Raya, dan Kelapa Gading. Hubungi hotline WhatsApp 0877-7778-8925 untuk jadwal konsultasi gratis.